Di Frankfurt, kuliner bukan sekadar untuk mengisi perut, melainkan juga merupakan sebuah gaya hidup. Sebagai pusat ekonomi dan budaya yang penting di Jerman, kota ini tak hanya menawarkan suasana perkotaan yang modern, tetapi juga kekayaan tradisi kuliner yang mendalam. Mulai dari kedai-kedai kecil di sudut-sudut jalan hingga restoran-restoran bergengsi pilihan Michelin, dunia kuliner Frankfurt benar-benar layak diselami selama seminggu penuh.
I. Rekomendasi Kuliner Wajib Coba
-
Sosis Frankfurt (Frankfurter Wurst)
Sosis Frankfurt adalah salah satu makanan paling ikonik khas kota ini, berasal dari abad ke-19. Dikenal dengan tekstur dagingnya yang halus dan rasa yang lezat, sosis ini biasanya disajikan bersama sauerkraut dan kentang tumbuk, menjadi bagian tak terpisahkan dari menu sehari-hari warga setempat. -
Paha Babi Panggang (Schweinshaxe)
Hidangan klasik ini juga sangat digemari di Frankfurt. Bagian luarnya garing renyah, sementara daging di dalamnya begitu juicy. Disajikan bersama sauerkraut dan kentang tumbuk, hidangan ini mencerminkan cita rasa Bavaria yang autentik, namun tetap populer di seluruh Frankfurt. -
Kue Ceri Braunschweig (Braunschweiger Kirschtorte)
Meski namanya berasal dari kota Braunschweig, Anda tetap bisa menemukan versi aslinya di Frankfurt. Kue berlapis yang direndam dalam brandy ceri ini memiliki tekstur yang kaya dan rasa manis yang tidak berlebihan, menjadikannya pilihan sempurna sebagai hidangan penutup. -
Roti Gandum Hitam (Roggenbrot)
Roti tradisional Jerman ini bertekstur padat dengan sedikit rasa asam, sering disantap bersama sosis atau keju, dan menjadi salah satu makanan pokok bagi penduduk setempat. -
Bir (Bier)
Meski tidak setenar Munich dalam hal bir, budaya minum bir di Frankfurt tetap kuat. Terutama “Frankfurter Bier” yang diproduksi secara lokal, dengan rasa segar dan ringan, cocok dipadukan dengan berbagai hidangan. -
Kue Apel (Apfelkuchen)
Salah satu dessert khas Jerman yang legendaris, Frankfurt pun memiliki versinya sendiri. Kulit luarnya renyah, isi dalamnya lembut dan berair, membuatnya menjadi camilan favorit di banyak rumah tangga. -
Ayam Panggang dengan Spätzle
Hidangan rumahan yang sangat populer ini menyajikan ayam yang empuk dan lembut, disajikan bersama spätzle—sejenis pasta ala Jerman—dengan saus yang kaya dan gurih. -
Schnitzel
Hidangan ini dapat ditemukan di berbagai daerah di Jerman, namun versi Frankfurt memiliki keistimewaan tersendiri. Biasanya terbuat dari daging babi atau ayam, dengan lapisan tepung yang garing keemasan di luar dan daging yang juicy di dalam. Disajikan dengan irisan lemon dan kentang goreng, schnitzel ini kerap menjadi pilihan utama para wisatawan.
II. Rekomendasi Restoran/Kawasan Kuliner
-
Klosterbräu am Dom
Terletak di dekat Katedral Frankfurt, Klosterbräu adalah sebuah pub bersejarah yang menyajikan masakan Jerman autentik seperti paha babi panggang, sosis, dan bir. Kisaran harga sekitar 15–25 euro per orang. -
Restaurant Hinterhof
Restoran yang tersembunyi di lorong-lorong kecil ini mengusung konsep masakan Jerman kontemporer dengan menu yang berubah setiap hari. Bahan-bahan segar dan suasana yang hangat membuatnya patut dicoba. Cobalah piring sosis campur dan ayam panggang dengan spätzle. Harga sekitar 25–35 euro per orang. -
Gasthaus zur Linde
Restoran bergaya pedesaan kuno ini menawarkan cita rasa Bavaria tradisional, terutama paha babi panggang dan sauerkraut. Harga berkisar antara 18–28 euro per orang. -
Alte Mühle
Terletak di pinggiran kota, restoran tua ini terkenal dengan masakan Jerman klasiknya, terutama paha babi panggang dan roti gandum hitam. Harganya cukup terjangkau, sekitar 15–25 euro per orang. -
Müller's Bratwurstbude
Gerai kecil yang khusus menjual sosis Frankfurt ini berada tepat di pusat kota, menjadi tempat yang sempurna untuk merasakan kuliner jalanan yang autentik. Satu porsi sosis lengkap dengan minuman dibanderol sekitar 5–8 euro. -
Loreley Restaurant
Terletak di pusat kota, Loreley menawarkan interpretasi modern dari masakan Jerman dengan hidangan yang elegan, cocok bagi para pencinta kuliner berkualitas. Ayam panggang dengan spätzle dan kue apel adalah beberapa rekomendasi kami. Harga sekitar 20–30 euro per orang. -
Bratwurst & Co
Salah satu gerai sosis paling terkenal di Frankfurt, menawarkan beragam varian sosis, mulai dari sosis Frankfurt klasik hingga sosis pedas. Harga per porsi sekitar 6–10 euro. -
Café Römerberg
Terletak di kawasan kota tua, Café Römerberg ideal untuk menikmati teh sore sambil menyantap dessert Jerman tradisional dan kopi. Kue ceri Braunschweig dan kue apel adalah dua menu andalan di sini. Harga berkisar antara 8–15 euro per orang.
III. Rekomendasi Pasar Malam/Pasar/Gerai Kuliner
-
Pasar Römerberg
Salah satu pasar tertua di Frankfurt, setiap akhir pekan menggelar bazar yang menjual berbagai produk lokal, kerajinan tangan, serta makanan lezat. Di sini Anda bisa membeli sosis segar, keju, roti, dan selai buatan lokal. -
Markthalle Frankfurt
Sebuah pasar indoor yang besar, Markthalle Frankfurt menampung banyak stan kuliner lokal maupun internasional, mulai dari masakan Jerman tradisional hingga hidangan eksotis. Tempat yang sempurna bagi wisatawan yang ingin mencicipi beragam cita rasa sekaligus. -
Mainufermarkt
Pasar terbuka di sepanjang tepi Sungai Main ini sangat ramai pada musim panas, dengan banyak gerai makanan jalanan seperti sosis bakar, hot dog, dan fish & chips. Cocok untuk dinikmati sambil berjalan-jalan. -
Food Court Städel Museum
Terletak di dalam museum seni, food court ini menawarkan beragam pilihan makanan, mulai dari santapan sederhana hingga hidangan gourmet, ideal untuk makan siang santai setelah berkeliling museum. -
Gelbes Tor
Gerbang kota tertua di Frankfurt ini dikelilingi oleh banyak restoran dan bar kecil. Suasana malamnya begitu hidup, cocok untuk menikmati makan malam sambil bersantai dengan segelas bir.
IV. Latar Belakang Budaya Kuliner dan Tips Praktis
Budaya kuliner Frankfurt dipengaruhi oleh sejarah dan letak geografisnya. Sebagai pusat keuangan utama Jerman, kota ini menjadi tempat perpaduan berbagai gaya kuliner, mulai dari masakan tradisional Jerman hingga hidangan dari berbagai belahan dunia.
Saat bersantap di Frankfurt, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu, terutama pada akhir pekan atau hari libur, karena restoran-restoran populer kerap penuh beberapa hari sebelumnya. Selain itu, warga Jerman sangat menghargai ketepatan waktu; jika Anda datang terlambat dari waktu yang telah dipesan, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan meja.
Perlu diketahui juga bahwa banyak restoran mengenakan biaya layanan (Servicecharge) sekitar 10%, jadi pastikan untuk memeriksa tagihan Anda sebelum membayar. Selain itu, sebagian restoran tidak menerima pembayaran kartu kredit, sehingga disarankan untuk membawa uang tunai.
Terakhir, jangan lewatkan festival bir lokal, Frankfurter Oktoberfest. Meski skala acaranya lebih kecil dibandingkan di Munich, suasana yang meriah tetap membuatnya menjadi kesempatan sempurna untuk merasakan langsung budaya kuliner Jerman.
Di Frankfurt, setiap suapan makanan menyimpan sejarah dan emosi. Baik itu kuliner jalanan maupun santapan di restoran mewah, semuanya memberikan pengalaman unik yang mencerminkan pesona kota ini. Bersiaplah untuk menjelajahi dunia kuliner Frankfurt dengan hati yang terbuka!